0

PotretNusantara -  Salah satu faktor penentu keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan di negeri ini, adalah peningkatan mutu, kompetensi dan kecakapan guru serta tenaga kependidikan. Guru yang kompeten dan profesional akan mampu menciptakan proses pembelajaran yang baik dan juga menyenangkan bagi siswa. Karena itulah pemerintah memberi perhatian khusus bagi upaya peningkatan mutu para tenaga pendidik.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun terus melakukan beragam upaya untuk meningkatkan kompetensi guru. Salah satunya, Ditjen GTK memberangkatkan para juara ajang Apresiasi Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi tahun 2017 --yang terdiri dari kepala sekolah dan pengawas sekolah-- ke Australia. Di sana, mereka mengikuti pelatihan di Munich University pada 19 Agustus hingga 3 September 2018. Mereka ditempatkan di beberapa sekolah di Melbourne untuk menjalani program magang di sana.

Setelah itu, para kepala sekolah dan pengawas sekolah Indonesia tadi akan menerima kunjungan dari kepala sekolah Australia untuk membuat proyek perubahan (Project for change) baik sekolah di Australia dan Indonesia.

Ada lagi kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Matematika Sederhana (APMS) yang ditawarkan secara daring (online) oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika Yogyakarta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam membuat alat peraga matematika serta bagaimana menggunakannya dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar.
Tak hanya itu. Ditjen GTK melalui PPPPTK TK dan PLB Bandung mengirimkan 150 guru Sekolah Luar Biasa (SLB) ke Perkins Internasional yang berpusat di Boston Amerika untuk meningkatkan kompetensi para guru SLB. Kerja sama dengan Perkins dilakukan melalui program pelatihan trainer yang akan dilaksanakan dalam 4 tahap selama 4 tahun, pelatihan ini telah berjalan mulai tahun 2017.

Program lainnya adalah dengan memberdayakan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebagai pusat pengembangan profesionalisme guru. Bentuk kegiatannya antara lain dengan menyelenggarakan Diklat Peningkatan kompetensi bagi guru inti (produktif) untuk menjadi Instruktur Nasional (IN) pada program sertifikasi keahlian ganda bagi guru SMK/SMA.

Di samping itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen GTK juga senantiasa mendorong guru dan tenaga kependidikan saling berbagi praktik dan pengalaman terbaiknya. Program Kemitraan ini efektif menjembatani guru dan kepala sekolah belajar dan berbagi pengalaman terbaik dari rekan sejawatnya.

Melalui Program Kemitraan GTK, guru dapat belajar dari kelas guru lain, mengamati dengan seksama, melakukan refleksi pembelajaran bersama, mempraktikan secara langsung di lapangan atas hasil yang diperoleh, dan selanjutnya dapat menerapkan di sekolah masing-masing. Misalnya, guru yang mengalami kesulitan menghadapi siswa-siswa yang motivasi belajarnya rendah. Bagaimana cara menanganinya? Permasalahan itu didiskusikan bersama, dicari solusi secara bersama, dan solusi dipraktekkan langsung di pembelajaran yang nyata. Dengan demikian percepatan pemerataan mutu pendidikan segera dapat terwujud.

Untuk memotivasi para guru dan tenaga kependidikan serta meningkatkan mutu dan kompetensi pembelajaran, Ditjen GTK juga rutin menggelar Perlombaan Inovasi Belajar (Inobel) untuk jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional. Pada 2018, pesertanya mencapai 1.013 guru SD dan !.137 guru SMP dari 34 propinsi. Lalu, November nanti juga akan digelar lomba Inobel untuk jenjang TK dan PAUD serta SMA dan SMP pada bulan November mendatang.

Semua itu, bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, melalui peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. (*)
Sumber:Tempo.co

Posting Komentar

 
Top