0
Batam - Polda Kepri serta Satpol PP sebagai penegak hukum dan Perda Kota Batam diminta masyarakat untuk menututup arena permaian berupa Gelper dan Judi Bola pingpong. Dimana saat ini Kota Batam sudah digelumuti  arena  perjudian.

received_213200505812040
Aneh, kenapa arena gelper dan judi bola pingpong dibiarkan beroperasi. Padahal sudah jelas, permaian seperti gelper dan bola pimpong ada unsur judinya. Buktinya, setiap penggerebekan polisi di lokasi arena gelper tetap dinyatakan ada unsur judinya.

“Permainan itu, ibarat untung-untungan. Bila kita menang, kita tukarkan hadiah, dan hadiah itu bisa dijadikan dengan uang,”kata masyarakat yang nongkrong diarena permainan gelper dan permainan bola pimpong (judi bola). Senin,(17/3-2020)

Nah, tambanya menyampaikan, hadiah yang kita tukarkan tadi, itu kembali lagi ke dalam arena permainan gelper. Begitu juga dengan hadiah main bola pimpong.

“Sepeti izin bola pimpong, pernah saya baca di media online. Bahwa Dinas BPM-PTSP Kota Batam tidak ada dikeluarkan, tapi kenapa bisa operasi di MB2, Marlion, Uban Zone Mitra Mall, STC dan Planet Tiga. Ada apa ini ya?," katanya

Dia juga menuturkan sebagaimana yang dikutip dalam Pasal 303 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi: “Yang disebut permainan judi adalah tiap-tiap permainan, di mana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir.

Di situ termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya.

KUHP sebagai lex generalis (hukum yang bersifat umum) memang tidak memberikan penjelasan secara rinci mengenai kegiatan apa saja yang dapat dikatakan sebagai “judi”. Namun, selain KUHP, ada ketentuan-ketentuan lain yang bersifat lebih khusus (lex specialis) yang dapat kita rujuk untuk mengerti lebih jauh mengenai larangan kegiatan perjudian ini yaitu antara lain UU No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian (“UU 7/1974”) dan PP No. 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan Penertiban Perjudian (“PP 9/1981”) sebagai peraturan pelaksananya.

Pasal 1 UU 7/1974 menyatakan semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan. Lebih jauh dan rinci mengenai permainan judi yang dilarang dapat kita temui dalam Penjelasan Pasal 1 ayat (1) PP 9/1981 yang meliputi:
a. Perjudian di Kasino, antara lain terdiri dari:
1. Roulette;
2. Blackjack;
3. Baccarat;
4. Creps;
5. Keno;
6. Tombola;
7. Super Ping-pong;
“Makanya sertiap arena gelper dan permainan bola pimpong yang diduga ada unsur judinya dinyatakan terbukti bersalah, dan di jatuhkan hukum di Pengadilan,”tuturnya

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

 
Top